Calculation Engineer

Kalkulator teknis MEP berbasis rumus engineering — VAC, Fan, Elektrikal, Fire Fighting, Plumbing, Sound System

Electrical
1. Segitiga Daya & ArusSOLVER

Formula: S = k·V·I  ·  P = S·cos φ  ·  Q = S·sin φ  ·  S = √(P²+Q²)

Isi yang diketahui saja — biarkan kosong yang ingin dicari. Cukup 2 nilai.

Volt
A
kW
kVA
kVAR
Besaran3 Fasa1 FasaSatuan
Daya Semu  SS = √3·V·IS = V·IVA / kVA
Daya Aktif  PP = √3·V·I·cos φP = V·I·cos φW / kW
Daya Reaktif  QQ = √3·V·I·sin φQ = V·I·sin φVAR / kVAR
Arus dari daya  II = P/(√3·V·cos φ)I = P/(V·cos φ)A
Arus dari kVA  II = S/(√3·V)I = S/VA
Faktor Dayacos φ = P/S = P/√(P²+Q²)
Daya Semu dari WS = P / cos φVA
Segitiga dayaS = √(P² + Q²)

√3 = 1,732. Sistem Indonesia: 3 fasa 380/400 V, 1 fasa 220/230 V, frekuensi 50 Hz.

cos φ asumsi umum 0,85 bila tidak diketahui. PLN mewajibkan cos φ ≥ 0,85 (SPLN 70-1) — di bawah itu dikenai denda kVArh.

Toleransi tegangan PUIL: +5% / −10% → 360–420 V untuk sistem 380 V.

2. Sizing Breaker & Kabel

Formula: In = P/(k·V·cos φ)  →  ×125%  →  KHA ≥ hasil ÷ (ksuhu·kgrup)

kW
Volt
#LangkahAturan
1Arus nominalIn = P / (√3·V·cos φ)
2Safety factorIn × 125%
3Pilih breakerrating standar di atas hasil no.2
4KHA kabel≥ In × 125%
5KoreksiKHA ÷ (ksuhu × kgrup)
6Cek drop tegangan≤ 4% (lihat kalkulator no.2)
7GroundingA≤16 → PE=A · 16<A≤35 → PE=16 · A>35 → PE=A/2

Rating breaker standar (A): 6 · 10 · 16 · 20 · 25 · 32 · 40 · 50 · 63 · 80 · 100 · 125 · 160 · 200 · 250 · 315 · 400 · 500 · 630 · 800

Starting motor: DOL ≤ 7,5 kW · Star-Delta 11–22 kW · VFD ≥ 37 kW. Fire pump dilarang pakai VFD (NFPA 20).

3. Ukuran Penampang Kabel

▸ 1-Phase

kW
m
×

▸ 3-Phase

kW
m
×
mm²KHA (A)MCB/MCCBPE/BCAplikasi
1,51810 A1,5Lampu
2,52516 A2,5Outlet 1Ø
43425 A4Motor 1,5 kW
64432 A6Motor 3–4 kW
106050 A10Motor 5,5–7,5 kW
167863 A16Motor 11 kW
2510380–100 A16Motor 18,5 kW
35126100–125 A16Motor 22–30 kW
50154125 A25Motor 37 kW
70192160 A35Motor 45–55 kW
95232200 A50Motor 75 kW
120268250 A70Feeder MDP
150304315 A70Feeder besar
240402400 A120LVMDP / trafo
Langkah sizing breaker & kabel (urutan wajib)
#Aksi
1In = P / (√3 × V × cos φ)
2Safety factor: In × 125% (PUIL 2011)
3Pilih rating breaker standar di atas hasil no.2
4KHA kabel ≥ In × 125%
5Koreksi suhu & grup: 30°C=1,0 · 35°C=0,94 · 40°C=0,87 · 45°C=0,79
6Cek drop tegangan ≤ 4%; bila lampaui naikkan penampang
7Grounding: A ≤ 16mm² → PE = A · 16–35mm² → PE = 16 · > 35mm² → PE = A/2
Jenis Kabel
KabelPenggunaan
NYASingle core, wajib dalam konduit/pipa
NYMMulti-core selubung putih — dalam dinding, ruang kering
NYYMulti-core selubung hitam — paling umum, indoor & konduit
NYFGbYArmored baja — tanam langsung tanah / outdoor
NYAFSerabut fleksibel — wiring dalam panel & kontrol
NAYYKonduktor aluminium — feeder ekonomis, min 16 mm²
N2XSYTegangan menengah 20 kV (XLPE) — PLN ke trafo
BCBare Copper — grounding / down conductor petir
4. Voltage Drop (Jatuh Tegangan)

▸ Single Phase: ΔU = 2 × IB × (R cosφ + X sinφ) × L/1000

V
A
Ω/km
Ω/km
m

▸ 3-Phase: ΔU = √3 × IB × (R cosφ + X sinφ) × L/1000

V
A
Ω/km
Ω/km
m
Batas max: Penerangan = 3%  |  Beban lain = 5%  |  X ≈ 0.08 Ω/km (abaikan jika <50mm²)
ItemBatas
Drop tegangan penerangan3 %
Drop tegangan beban lain5 %
Maksimum menurut PUIL 2011 psl 2.2.34 %
Reaktansi X0,08 Ω/km (diabaikan bila < 50 mm²)
Hambat jenis Tembaga (Cu)22,5 Ω·mm²/km
Hambat jenis Aluminium (Al)36 Ω·mm²/km
5. Jumlah Armatur Lampu

Formula: N = (E × A) / (η × Q × d)  ·  Q = S × I × P

lux
η
d
bh
lm/W
Watt
Intensitas Penerangan (E) — SNI 03-6197-2000
RuanganE (lux)RuanganE (lux)
Rumah — Teras/Garasi60Rumah Sakit — Rawat inap250
Rg. Tamu120–150Rg. Operasi / bersalin300
Rg. Makan / kerja / tidur120–250Laboratorium500
Kamar mandi / dapur250Pertokoan — Rg. Pamer500
Perkantoran — Direksi/kerja350Tk. Kulit/sepatu/swalayan500
Rg. Rapat / arsip aktif300Tk. Kue / makanan250
Rg. Gambar750Tk. Buku / alat tulis300
Gudang arsip150Industri — Gudang100
Pendidikan — Rg. Kelas250Pekerjaan kasar100–200
Perpustakaan300Pekerjaan menengah200–500
Laboratorium500Pekerjaan halus500–1000
Kantin200Pekerjaan amat halus1000–2000
Hotel — Lobi/Koridor100Pemeriksaan warna750
Rg. Serbaguna / Kafe200Rumah Ibadah200
Kuat Cahaya (I) per Jenis Lampu
Jenis LampuI (Lumen/Watt)
Pijar11–18
TL / Fluorescent50–80
Halogen16–20
Mercury30–60
Metal Halide80–100
Sodium120–140
Efisiensi Penerangan (η) dari Indeks Ruangan (k)
k0,50,7511,5234≥5
η0,240,360,440,500,550,600,640,68

k = (p × l) / (h × (p + l)), dengan h = tinggi lampu di atas bidang kerja. Depresiasi d = 0,7–0,85.

6. Capacitor Bank

Formula: Qc = P × (tan φ₁ − tan φ₂)

kW
ItemNilai
cos φ minimum wajib PLN (SPLN 70-1)0,85
Target cos φ setelah perbaikan0,95 – 0,99
Contoh 0,85 → 0,99Qc = P × 0,478

cos φ di bawah 0,85 dikenai denda kVArh oleh PLN. φ = arccos(cos φ).

7. Sizing Trafo & Genset

Formula: Strafo = ΣPmaks × 1,2  ·  Pgenset = ΣPprioritas × DF / cos φ × 1,2

kW
×
%
FaktorRumusNilai Tipikal
Kebutuhan  Fdmdaya maks / daya terpasang0,8 (komersial 0,8–1,0)
Kebersamaan  Fc1 / Fd0,8
Diversitas  Fd1 / Fc1,1 – 1,25
Beban  Fbbeban rata² / beban maks0,3 (komersial)

Pembebanan trafo WAJIB 40–80% (SPLN D3.002-1:2007). Di bawah 40% tidak efisien, di atas 80% berisiko panas & tidak ada ruang pengembangan.

Ukuran trafo standar pasaran (kVA): 100 · 160 · 200 · 250 · 315 · 400 · 500 · 630 · 800 · 1000 · 1250 · 1600 · 2000 · 2500 · 3150

ATS transfer ≤ 30 detik (PUIL). Genset umumnya hanya menanggung beban prioritas: lift, pompa kebakaran, penerangan darurat, server, sebagian AC.

8. Resistansi Kabel

Formula: R = ρ / S × L/1000

mm²
m
9. Short Circuit Current (Isc)

Formula: Isc = V / (√3 × √(RT² + XT²))

MVA
V
V
kVA
%
Elektronik
1. Sound Pressure Level (SPL)

Formula: SPL = (SPL_unit + 10 log P) − 20 log R

dB
W
m
Rekomendasi SPL per area:
Kantor / Lobby: 65–75 dB  |  Restoran: 70–80 dB  |  Auditorium: 85–95 dB  |  Luar Ruang: 80–90 dB
HVAC / Air Conditioning
1. Kapasitas AC Ruangan

Formula: Q = 0.59 × W × L × H × I × E

m
m
m
1 PK ≈ 9.000 Btu/h  |  1 TR = 12.000 Btu/h
FaktorNilaiKondisi
I10Ruang berisolasi / lantai bawah / berhimpit ruangan lain
18Ruang tidak berisolasi / di lantai atas
E16Dinding terpanjang menghadap utara
17Dinding terpanjang menghadap timur
18Dinding terpanjang menghadap selatan
20Dinding terpanjang menghadap barat

Konversi: 1 PK ≈ 9.000 Btu/h · 1 TR = 12.000 Btu/h · 1 kW = 3.412 Btu/h

2. Daya Listrik Unit AC

Formula: P = (Beban / 9000) × 746 × 1.3

Btu/h
Jenis UnitEERDaya @ 9.000 Btu/h
Rumus ini (746 W/PK × 1,3)± 9,3970 W
Non-inverter lama8 – 9,5950 – 1.125 W
Standar minimum sekarang10900 W
Hemat energi11 – 12750 – 818 W
Inverter modern12 – 15600 – 750 W

Rumus (Q/9000) × 746 × 1,3 setara EER ± 9,3 — mencerminkan unit non-inverter lama. Untuk unit inverter modern, hasilnya 15–35% lebih tinggi dari konsumsi sebenarnya.

Arah selisihnya aman untuk sizing listrik (kabel & breaker jadi lebih besar), tapi jangan dipakai untuk estimasi tagihan listrik. Untuk itu pakai: Daya (W) = Btu/h ÷ EER dengan EER dari nameplate unit.

3. Ukuran Pipa Refrigerant

Lookup: kapasitas unit → diameter pipa liquid (cair) & gas (suction)

PK
m
PKBtu/hLiquidØ mmGasØ mm
½5.0001/4"6,353/8"9,52
¾7.0001/4"6,353/8"9,52
19.0001/4"6,353/8"9,52
11.000 – 12.0001/4"6,351/2"12,70
2 – 518.000 – 45.0003/8"9,525/8"15,88
6 – 754.000 – 63.0003/8"9,523/4"19,05
8 – 1172.000 – 99.0003/8"9,527/8"22,22
12 – 16108.000 – 144.0001/2"12,701-1/8"28,58
17 – 25153.000 – 225.0005/8"15,881-1/8"28,58
26 – 36234.000 – 324.0003/4"19,051-3/8"34,93
37 – 60333.000 – 540.0003/4"19,051-5/8"41,28

Pipa gas selalu lebih besar dari pipa liquid. Refrigerant keluar evaporator berwujud gas bertekanan rendah dengan volume jauh lebih besar, sehingga butuh penampang lebih luas agar rugi tekanan tidak berlebihan.

Konversi OD Pipa Tembaga
InchmmInchmm
1/4"6,357/8"22,22
3/8"9,521-1/8"28,58
1/2"12,701-3/8"34,93
5/8"15,881-5/8"41,28
3/4"19,05

Multi-split / VRF: ukuran ditentukan per unit indoor, bukan dari kapasitas outdoor. Outdoor 3 PK yang melayani 3 indoor @1 PK memakai 3 set pipa ukuran 1 PK, bukan satu set 3 PK.

Panjang pipa: tabel ini untuk panjang standar (± 15 m). Lebih dari itu perlu koreksi kapasitas dan tambahan oli. Di atas 30 m, atau bila beda ketinggian melebihi 10 m, wajib mengikuti tabel manual pabrikan.

Tabel ini acuan cepat untuk split & multi-split R-32/R-410A. Untuk VRF, ukuran pipa utama dan tiap cabang mengikuti diagram percabangan (refnet/header) dari pabrikan.

4. Pipa Refrigerant — Metode Hitung

Formula: ṁ = Q/Δh  ·  V̇ = ṁ/ρ  ·  A = V̇/v  ·  d = √(4A/π)

kW
m/s
kJ/kg
kg/m³
JalurKecepatan (m/s)Catatan
Suction (gas dingin)8 – 15Min. 4 m/s horizontal, 10 m/s riser tegak — agar oli kembali ke kompresor
Liquid (cair)0,5 – 1,5Maks. 1,5 m/s. Terlalu cepat memicu flashing dan kavitasi
Discharge (gas panas)10 – 18Min. 5 m/s horizontal untuk pengembalian oli
Sifat Refrigerant (evaporasi 5 °C / kondensasi 45 °C)
RefrigerantΔh (kJ/kg)ρ gas (kg/m³)ρ cair (kg/m³)
R-410A16835970
R-3227024900
R-2216221,51.150

Nilai di atas adalah pendekatan pada kondisi standar. Untuk suhu evaporasi/kondensasi berbeda, ambil dari tabel p-h refrigerant dan ubah kolom Δh serta ρ secara manual.

Kenapa pipa gas jauh lebih besar? Pada suction, refrigerant berwujud gas dengan massa jenis ± 35 kg/m³, sedangkan di liquid line ± 970 kg/m³ — sekitar 28× lebih rapat. Untuk laju massa yang sama, volume gas jauh lebih besar sehingga butuh penampang lebih luas.

Metode ini tidak menghitung rugi tekanan akibat panjang pipa dan fitting. Untuk jalur panjang (> 30 m) atau beda tinggi besar, hasilnya wajib diperiksa terhadap tabel pabrikan.

5. Pipa Drain Kondensat

Formula: Debit = Q × f  ·  Kapasitas pipa = Manning (setengah penuh)

kW
L/jam·kW
Ukuran Minimum Menurut Kode (IMC Tabel 307.2.2)
KapasitasØ Pipa Minimum
0 – 20 TR (0 – 70 kW)3/4" — 20 mm
21 – 40 TR (74 – 141 kW)1" — 25 mm
41 – 90 TR (144 – 316 kW)1-1/4" — 32 mm
91 – 125 TR (320 – 440 kW)1-1/2" — 40 mm
126 – 250 TR (443 – 879 kW)2" — 50 mm
Kapasitas Alir (Manning, setengah penuh, PVC n = 0,009)
Ø PipaSlope 1%Slope 2%
3/4" (20 mm)184 L/jam260 L/jam
1" (25 mm)333 L/jam471 L/jam
1-1/4" (32 mm)643 L/jam910 L/jam
1-1/2" (40 mm)1.167 L/jam1.650 L/jam
2" (50 mm)2.115 L/jam2.991 L/jam

Kapasitas hidraulik jauh di atas kebutuhan. Ukuran drain di lapangan ditentukan kode dan kemudahan perawatan, bukan debitnya — pipa kecil cepat tersumbat lumut dan kotoran.

Aturan Pemasangan
ItemKetentuan
Kemiringan minimum1% (1 cm per meter), disarankan 2%
P-trapWajib pada unit draw-through; tinggi ≥ 1,5× tekanan statis fan
Ukuran minimum praktis3/4" walau hasil hitung lebih kecil
IsolasiWajib di area ber-AC agar tidak berkeringat
Clean-outDi setiap belokan & tiap ± 15 m jalur lurus
PembuanganDilarang ke saluran limbah tanpa air break

Faktor kondensat: nilai umum 0,4–1,5 L/jam per kW. Indonesia tropis lembap biasanya 1,0–1,4. Bila unit menangani banyak udara segar, beban laten naik dan faktornya lebih besar.

6. Dimensi Ducting & Kebisingan

Formula: A = Q / v  ·  Lw = 10 + 50 log v + 10 log A

Q
m/s
dB
mm
Jenis RuanganNC / dBv Ducting Disarankan
Studio rekaman / R. audiometri20 – 252,5 – 3,0 m/s
Kamar tidur hotel / apartemen / RS25 – 303,0 – 4,0 m/s
R. rapat / kelas / perpustakaan30 – 354,0 – 5,0 m/s
Kantor privat / R. direksi30 – 354,0 – 5,0 m/s
Kantor terbuka (open plan)35 – 405,0 – 6,0 m/s
Lobi / restoran / R. serbaguna40 – 455,0 – 7,5 m/s
Toko / swalayan / koridor45 – 506,0 – 8,0 m/s
Pabrik / bengkel / parkir50 – 607,5 – 12,5 m/s

Hubungan velocity ↔ kebisingan: Lw = 10 + 50 log v + 10 log A. Karena suku 50 log v, setiap velocity naik 2× → kebisingan naik ± 15 dB. Inilah alasan velocity adalah pengendali utama noise, bukan ukuran duct.

Menurunkan velocity berarti memperbesar duct pada debit yang sama — biaya material naik, tetapi noise turun tajam. Ini pertukaran utama dalam desain ducting.

JalurHunianKomersialIndustri
Main duct (supply)3,5 – 5,05,0 – 6,56,0 – 9,0
Branch duct3,0 – 4,03,0 – 4,54,0 – 5,0
Return duct3,0 – 4,04,0 – 5,05,0 – 6,0
Fresh air intake2,5 – 3,53,0 – 4,54,0 – 5,0

Satuan m/s. Acuan lapangan SAG/RAG: main duct 1000 FPM (5,08 m/s), branch 625–700 FPM (3,2–3,6 m/s).

Ukuran Sisi Duct Standar (mm)

100 · 150 · 200 · 250 · 300 · 350 · 400 · 450 · 500 · 550 · 600 · 700 · 800 · 900 · 1000 · 1200

Rasio aspek (L:T) sebaiknya ≤ 4:1. Melebihi itu, kehilangan tekanan naik dan efisiensi material turun.

Konversi

1 CFM = 1,699 m³/h · 1 m/s = 196,85 FPM · 1 inch = 25,4 mm

7. Jumlah Diffuser dan Grille

Formula: S = (Q × 472) / (p × l × v)

CFM
mm
mm
AplikasiDiffuser (m/s)Grille (m/s)
Rumah / Hotel / Apartemen2,03,0
Kantor2,54,0
Gedung Umum / Bioskop / Shopping Center4,05,0
Gudang / Pabrik5,06,0
8. Ukuran Diffuser dan Grille

Formula: L = (Q × 472) / (S × v)

CFM
titik
m/s
mm
AplikasiDiffuser (m/s)Grille (m/s)
Rumah / Hotel / Apartemen2,03,0
Kantor2,54,0
Gedung Umum / Bioskop / Shopping Center4,05,0
Gudang / Pabrik5,06,0

Sumber: RUMUS ENGINERIING — sheet VAC. Kecepatan terlalu tinggi menimbulkan noise, terlalu rendah membuat udara tidak menyebar.

9. Daya Listrik AHU/FCU

Formula: P = Q × 1.7 × (ΔP + v² × 0.6) / (Efisiensi × 3600)

CFM
m/s
UnitPressure DropSetara
AHU1,5 inWg375 Pa
FCU1,0 inWg250 Pa

Kecepatan udara keluar fan (v) umumnya 3 m/s · efisiensi fan 0,8.

10. Kapasitas Pompa CHWS/R

Formula: Q = X × QAC (TR)

TR
Jenis ChillerX (LPM/TR)
Air Cooled Chiller9,1
Water Cooled Chiller11,4

1 TR (Ton Refrigeration) = 12.000 Btu/h = 3,517 kW.

11. Head Pompa CHWS/R

Formula: H = Lpipa_vertikal + Lpipa_terjauh × f + f

m
m
m
m/m
12. Diameter Pipa CHWS/R pada AHU

Formula: d = √(4 × Q / (π × v × Cp × ρ × (t₀−tᵢ)))

Btu/h
°C
°C
m/s
Cp air = 4.2 kJ/kg.K  |  ρ air = 1000 kg/m³
Ventilasi
1. Kapasitas Unit Fan

Formula: Q = (V / S) × ACH   V = p × l × t

m
m
m
unit
Tipe RuanganPertukaran/jam
Kantor, Parkiran6
Restoran / Kantin6
Toko, Swalayan6
Pabrik, Bengkel6
Kelas, Bioskop8
Lobi, Koridor, Tangga4
Toilet, Peturasan10
Dapur20
2. Daya Listrik Fan (Tanpa Ducting)

Formula: P = 0.0071 × Q × v² / Efisiensi

CFM
m/s
3. Kapasitas Pressurized Fan

Formula: Q = p × l × S × v × 3600

m
m
bh
m/s
Alternatif: 500–750 CFM × jumlah seluruh pintu kebakaran
ParameterNilai minimum
Jumlah pintu kebakaran terbuka (S)min. 3 bh
Kecepatan udara keluar pintu (v)min. 1,3 m/s

Metode alternatif: 500–750 CFM × jumlah seluruh pintu kebakaran.

Plumbing
1. Kebutuhan Air Bersih per Hari

Formula: Qd = Σ (jumlah alat × jam × frekuensi × volume × faktor keserempakan)

bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
Alat PlumbingPenggunaan/jamAir per pakai
WC (flush valve)6–12 kali10–14 L
Kran WC6–12 kali4–6 L
Urinoir12–20 kali6–8 L
Lavatory12–20 kali8–12 L
Kitchen Zink6–12 kali20–30 L
Bath Tube4–8 kali100–150 L
Shower4–8 kali40–60 L
Faktor Keserempakan
Jumlah AlatDgn Flush ValveTanpa Flush Valve
11,001,00
20,501,00
3–40,500,75
5–60,400,75
7–100,400,55
11–140,300,48
15–200,270,45
21–280,230,42
29–360,190,40
37–450,170,39
46–570,150,37
58–800,130,35
81–1050,120,33
106–1400,110,30
141–1900,100,26
191–2750,090,22
276–4000,080,18
401–7000,070,15
2. Kapasitas Ground Tank

Formula: Vg = Qd/1000 − 0.06 × Qs × T + Vf

L
LPM
jam
Jenis GedungJangka Waktu / Hari
Kantor8 – 10 jam
Apartemen8 – 10 jam
Hotel8 – 10 jam
Restauran / Gedung Pertunjukan3 – 5 jam
Sekolah4 – 6 jam
Rumah Sakit8 – 10 jam
Asrama8 – 10 jam
Shopping Centre / Department Store5 – 7 jam
3. Kapasitas Roof Tank

Formula: Qh = Qd/T  |  Qh_max = C1×Qh  |  Qm_max = C2×Qh/60

L
jam
Kapasitas roof tank minimum = Qh_max / 1000 (m³) atau ± 1 jam pemakaian puncak
KonstantaRentangKeterangan
C11,5 – 2,0Pemakaian air pada jam puncak
C23,0 – 4,0Pemakaian air puncak per menit
C31,0 – 2,0Konstanta pompa transfer
tp± 60 menitDurasi kebutuhan puncak
Tpu10 – 30 menitWaktu kerja pompa pengisi
4. Diameter Pipa Plumbing

Formula: d = √( (200 × Q) / (3 × π × v) )

LPM
m/s
JalurKecepatan (m/s)
Pipa distribusi air bersih1,0 – 2,0
Pipa hisap pompa (suction)0,6 – 1,2
Pipa tekan pompa (discharge)1,5 – 3,0
Pipa fire fighting3,0 – 4,5

Ukuran pipa pasaran (mm): 20, 25, 32, 40, 50, 65, 80, 100, 125, 150, 200, 250, 300, 350, 400. Hasil hitung dibulatkan ke atas.

Konversi: 1 GPM = 3,785 LPM · 1 inch = 25,4 mm

5. Head Pompa Plumbing

Formula: H = Lv + (Lt × f) + Pf + safety%

m
m
m/m
m
%
FixtureTekanan minimum
Kran biasa / lavatory3–5 m (0,3–0,5 bar)
Shower7–10 m (0,7–1,0 bar)
Flush valve WC10–15 m (1,0–1,5 bar)
Water heater instan10 m (1,0 bar)

Safety factor umum 10%. Faktor kehilangan tekanan dalam pipa 0,03–0,05 m per meter panjang pipa.

6. Daya Listrik Pompa

Formula: P = (0,163 × H × Q × f) / η

m
LPM
η
f
PenggerakFaktor
Motor Elektrik1,1
Mesin Diesel1,2

Efisiensi pompa umumnya 0,55–0,75. Q dalam rumus dikonversi ke m³/menit (Q ÷ 1000).

7. Volume Pressure Tank

Formula: V = K × 0,312 × ((Q'e+Q'a)/(2Z)) × ((P'a+Pb)/(P'a−P'e)) × 1000

m³/h
m³/h
bar
bar
bar
kali
K
Faktor Koreksi (K) dari rasio Q'a / Q'e
Q'a / Q'eK
00
0,10,50
0,20,78
0,30,91
0,40,97
0,50,99
> 0,51,00
Frekuensi Mati/Hidup Pompa (Z) per Daya
Daya PompaZ (kali/jam)
di bawah 1,5 kW15 – 30
1,5 kW – 15 kW8 – 12
di atas 15 kW6 – 8
Fire Fighting
1. Kapasitas Pompa Fire Fighting
bh
bh
bh
%
AlatDebit
Sprinkler80 LPM / titik
Indoor Hydrant Box (IHB)400 LPM / bh
Hydrant Pillar1.000 LPM / bh
Jockey Pump5 – 10 % kapasitas electric pump

Konversi: 1 USGPM = 3,785 LPM.

2. Head Pompa Fire Fighting

Formula: H = L_vertikal + L_terjauh × f + (P_hydrant + P_sprinkler) × 10

m
m
bar
bar
m/m
3. Daya Listrik Pompa Fire Fighting

Formula: P = 0.163 × H × Q(LPS) × SF / Efisiensi

m
LPM
4. Jumlah Titik Sprinkler

Formula: N = (P/X) × (L/X)

m
m
Klasifikasi BangunanJarak X (m)
Bahaya Ringan (Light Hazard)4,25
Bahaya Sedang (Ordinary Hazard)3,40
Bahaya Berat (Extra Hazard)2,55

Maksimum 450 titik per jaringan pipa.

5. Diameter Pipa Fire Fighting

Formula: d = √( 200 × Q / (3 × π × v) )

LPM
m/s
6. Kapasitas Tangki Fire Fighting

Formula: V = Q(USGPM) × t(menit) × 0.003785

USGPM
menit
7. Diameter Pipa Sprinkler

Formula: Ø pipa ← jumlah titik sprinkler (tabel acuan)

titik
Diameter Pipa Berdasarkan Jumlah Titik Sprinkler
Jumlah SprinklerØ Pipa
≤ 2 titik25 mm (1")
3 titik32 mm (1¼")
4 titik40 mm (1½")
5 – 10 titik50 mm (2")
11 – 20 titik65 mm (2½")
21 – 40 titik80 mm (3")
41 – 100 titik100 mm (4")
101 – 275 titik150 mm (6")
276 – 450 titik200 mm (8")
Jarak Antar Sprinkler (X)
Klasifikasi BangunanJarak (m)
Bahaya Ringan (Light Hazard)4,25
Bahaya Sedang (Ordinary Hazard)3,40
Bahaya Berat (Extra Hazard)2,55

Maksimum 450 titik per jaringan pipa. Lebih dari itu wajib dibuat jaringan pipa baru.

8. Volume Pressure Tank

Formula: V = K × 0.312 × ((Q'e+Q'a)/(2Z)) × ((P'a+Pb)/(P'a−P'e)) × 1000

bar
bar
m³/h
m³/h
kali
Z: <1.5kW → 15–30 kali  |  1.5–15kW → 8–12 kali  |  >15kW → 6–8 kali